xinmei











{April 25, 2008}   PACKAGE

PACKAGE??

Package dalam FreeBSD adalah sebuah file arsip khusus yang mengandung
banyak file didalamnya (biasanya berupa file executable, manual, dan
dokumentasinya) yang akan diinstalll ketika melakukan proses build dan
install dari sebuah port.
Keuntungan menggunakan package adalah proses instalasi dengan menggunakan package
lebih cepat daripada instalasi dengan menggunakan port.

MENGINSTALL PACKAGE
FreeBSD menyediakan sebuah bagian dari websitenya yang berisi mengenai
informasi mengenai ports dan packages yang dapat dilihat pada http://www.freebsd.org/ports/index.html.
Pada website tersebut terdapat daftar aplikasi yang telah tersedia sebagai
ports dan packages. Anda juga dapat melihat deskripsi dari setiap aplikasi serta mendownload
packages yang telah tersedia.Setiap aplikasi yang tersedia dan juga pen-download-an package yang tersedia dapat dilihat di situs tersebut. Setiap package didistribusikan dalam format .tgz.

Berikut ini adalah contoh installasi menggunakan package dengan mendownload
package kripp terlebih dahulu dari ftpsite FreeBSD. Selain menggunakan
ftp(1), Anda dapat menggunakan fetch(1) untuk mendownload
packages yang ada pada ftpsite FreeBSD.

Package dapat didownload melalui FTp :
develbox:˜ # ftp ftp://ftp.FreeBSD.org/pub/FreeBSD/ports/packages/
Trying 204.152.184.73…
Connected to ftp.FreeBSD.org.
220 freebsd.isc.org FTP server ready.
331 Guest login ok, send your complete e-mail address as password.
230-The response ’negative@’ is not valid
230-Next time please use your e-mail address as your password
230- for example: joe@develbox.bhc.or.id
230-
230-You have reached freebsd.isc.org/ftp.freebsd.org.
230-
230-<insert some funky ASCII art here>
230-
230-This server is operated by Internet Software Consortium (ISC),
230-on behalf of the FreeBSD Project, and is serving the full
230-FreeBSD FTP archive via IPv4 and IPv6.
230-
230 Guest login ok, access restrictions apply.
Remote system type is UNIX.
Using binary mode to transfer files.
200 Type set to I.
250 CWD command successful.
ftp> cd security
250 CWD command successful.
ftp> ls kripp*
150 Opening ASCII mode data connection for directory listing.
lrwxr-xr-x 1 110 root 20 Jun 8 16:48 kripp-0.5.tgz ->
../All/kripp-0.5.tgz
226 Transfer complete.
ftp> get kripp-0.5.tgz
local: kripp-0.5.tgz remote: kripp-0.5.tgz
150 Opening BINARY mode data connection for kripp-0.5.tgz (5287 bytes).
100% |**************************************************| 5287 00:00 ETA
226 Transfer complete.
5287 bytes received in 2.25 seconds (2.30 KB/s)
ftp> quit
221-You have transferred 5287 bytes in 1 files.
221-Total traffic for this session was 6718 bytes in 1 transfers.
221-Thank you for using the FTP service on freebsd.isc.org.
221 Goodbye.
develbox:˜ # ls -l kripp-0.5.tgz
-rw-r–r– 1 root negative 5287 Jun 8 08:56 kripp-0.5.tgz
develbox:˜ # pkg_add kripp-0.5.tgz
develbox:˜ # pkg_info -Ix kripp
kripp-0.5 Lightweight network password sniffer

Package juga dapat didownload melalui fetch
develbox:˜ # fetch ftp://ftp.FreeBSD.org/pub/FreeBSD/ports/packages/
security/kripp-0.5.tgz
Receiving kripp-0.5.tgz (5287 bytes): 100%
5287 bytes transferred in 1.0 seconds (5.02 kBps)
develbox:˜ # pkg_add kripp-0.5.tgz
5
develbox:˜ # pkg_info -Ix kripp
kripp-0.5 Lightweight network password sniffer

Selain itu, dapat juga digunakan option
-r pada pkg add(1). Option ini akan mendownload secara otomatis dan menginstall
package serta dependensinya. Berikut ini adalah contohnya :

develbox:˜ # pkg_add -r kripp
Fetching ftp://ftp.freebsd.org/pub/FreeBSD/ports/i386/
packages-4-stable/Latest/kripp.tgz… Done.
develbox:˜ # pkg_info -Ix kripp
kripp-0.5 Lightweight network password sniffer

Utiliti pkg add(1) mengerti environment yang digunakan, sehingga
Anda dapat melakukan kustomisasi terhadap penggunaan utiliti tersebut.
Beberapa contoh environment yang dapat digunakan adalah:

• PKG PATH dapat digunakan untuk memberitahukan pkg add direktori
tempat packages berada.
develbox:˜ # ls -l /var/tmp/packages
total 6
-rw-r–r– 1 root wheel 5290 May 31 21:30 kripp-0.5.tgz
develbox:˜ # env PKG_PATH=/var/tmp/packages pkg_add kripp-0.5

• PKG DBDIR digunakan untuk menentukan lokasi alternatif untuk
menyimpan informasi packages yang telah diinstall. Lokasi default
adalah /var/db/pkg.

• PKG TMPDIR dan TMPDIR digunakan untuk menentukan lokasi
direktori sementara (tmp). Hal ini dimaksudkan jika space yang
dialokasikan untuk direktori /tmp, /var/tmp, atau /usr/tmp tidak
mencukupi.

• PACKAGEROOT digunakan untuk menentukan lokasi download alternatif
jika option -r digunakan. Sebagai contoh value yang dapat digunakan
adalah ”ftp://ftp3.FreeBSD.org”.

• Sama seperti PACKAGEROOT, PACKAGESITE juga dapat digunakan
untuk menentukan lokasi download alternatif namun secara lebih spesifik
kepada struktur direktori pada remotesite.
develbox:˜ # setenv PACKAGESITE ftp://develbox/pub/users/negative/
develbox:˜ # pkg_add -r kripp-0.5
Fetching ftp://develbox/pub/users/negative/kripp-0.5.tgz… Done.
develbox:˜ # pkg_info -Ix kripp
kripp-0.5 Lightweight network password sniffer

Kita juga dapat menggunakan packages yang tersedia pada CD dengan
memanfaatkan utiliti /stand/sysinstalll jika kita tidak memiliki koneksi ke internet.



{April 24, 2008}   PORT

 Port FreeBSD itu adalah service yang diberikan FreeBSD agar kita

menginstall aplikasi-aplikasi yang ada di FreeBSD secara langsung dan lebih mudah daripada

menginstall dari sourcenya langsung atau bisa dibilang juga port FreeBSD itu adalah link download

yang akan menunjukkan source aplikasi yang akan kita install dan juga sebagai kompiler dari

source tersebut.

Sistem kerjanya :

  1. Pertama FreeBSD yang kita punya akan mengecek apakah source aplikasi yang akan diinstall sudah ada atau tidak didalam FreeBSD kita sendiri (biasanya terletak di /usr/ports/distfiles/*)
  2. Jika ada maka FreeBSD akan mengkompile source itu secara otomatis dan kita tinggal menunggu saja sampai proses installasi selesai. Setelah selesai mungkin ada beberapa konfigurasi yang dibutuhkan lalu kita bisa menggunakan aplikasi tersebut.
  3. Jika ternyata source aplikasi yang kita ingin kita install tidak ada maka kita FreeBSD akan secara otomatis mencari sourcenya lalu mendownloadnya. Oleh sebab itu installasi port terkadang butuh koneksi dengan internet. Setelah selesai mendownloadnya maka FreeBSD lalu mengkompilenya.

 

Jika tidak tersedia sambungan port ke luar maka dapat diambil langkah:

  1. Install lah program yang anda inginkan. Contohnya install apache22 (cd /usr/ports/www/apache22/)
  2. Karena ga bisa ngeport ke luar maka akan ada pesan error yang memberitahukan kita tentang file apa saja yang belum ada dalam proses instalasi port tersebut. Untuk lanjutan contoh diatas, mungkin akan ada pesan error :  httpd-2.2.3.tar.bz2 doesn’t seem to exist in /usr/ports/distfiles/apache22.
  3. Setelah itu search lah program yang dibutuhkan itu di google. Download dari letakkan di tempat yang dianjurkan oleh mesin FreeBSD kita. Untuk lanjutan contoh diatas : copy file tersebut ke folder yang distfiles (cp /home/dapot/nama_program /usr/ports/distfile/.)
  4. Lalu jalankan lagi proses installasi portnya. Jika ada pesan error lagi maka kemungkinan besar ada program pembantu lain yang belum terinstall di FreeBSD yang kita miliki. Lakukan cara yang sama mulai dari cara satu sampai akhir hingga tidak ada pesan error lagi.

 



{April 15, 2008}   eQSO

eQSO adalah layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) yang dikembangkan untuk amatir radio. eQSO ini merupakan suatu program yang digunakan untuk menghubungkan operator radio amatir (dengan menggunakan RF gateway) dan pengguna PC lewat internet.  Ini memungkinkan amatir radio untuk saling terhubung tidak hanya menggunakan media udara, tetapi juga melalui Internet. Ini membuka peluang amatir radio dapat menikmati kebebasan berkomunikasi antara amatir radio lainnya melalui frekuensi radio, melalui Internet atau campuran keduanya.

Fitur-fitur kunci dari eQSO:
•    Sistem berbeasis server
•    Pengguna komputer dihubungkan lewat internet, melalui salah satu server eQSO
•    Pengguna RF terhubung melalui RF internet gateway lokal, yang kemudian menghubungkan mereka ke server eQSO lewat internet

SEJARAH

Luasnya wilayah Indonesia serta tidak terhubungnya repeater-repeater amatir radio membuat YB0KLI dan rekan amatir radio menggagas ide VoIP untuk me-link repeater di seluruh Indonesia. Diskusi pertama muncul pada tanggal 25 Juli 2002. Pada tanggal 12 Agustus 2002 hal yang diidamkan akhirnya menjadi kenyataan; rekan-rekan di maillist ORARI News merasakan betapa nikmatnya berQSO dengan rekan amatir radio lainnya menggunakan sarana Internet. Saat itu server yang dipakai adalah server backup eQSO di alamat repeater.dns2go.com room Indonesia.

Tanggal 29 Oktober 2002, ujicoba dilanjutkan secara on-air dengan menghubungkannya ke repeater YB0ZZ di Jakarta pada frekuensi 438.080 MHz dan juga beberapa gateway pribadi di beberapa propinsi. Hasilnya luar biasa… Komunikasi berjalan mulus, tak terasa lawan bicara ribuan kilometer jauhnya… Beberapa kontak bahkan terjadi secara lintas negara. Memang ada delay yang cukup mengganggu karena lokasi server yang jauh di belahan dunia lain. Beberapa waktu kemudian, server pindah ke alamat server.eqso.net room Indonesia. eQSO RF Gateway disediakan oleh YB0EO dan backup tersedia di QTH YB0HD. Tanggal 2 Juni 2003, server kena petir namun masih bisa dipugar dalam beberapa hari, namun 10 Pebruari 2004 layanan ini benar-benar padam karena PSU server jebol kena petir dan kendala sumberdaya lainnya termasuk mahalnya link Internet yang harus disubsidi selama 1,5 tahun, proyek ini akhirnya mati suri.

Setelah mati suri dan tidak puas dengan delay yang terlalu lama, akhirnya tanggal 1 Maret 2005 rekan-rekan kembali dapat menikmati eQSO. Ini kali kita membangun infrastruktur yang lebih “Indonesiawi” dengan server yang diletakkan di QTH YB0EO dan diakses melalui IP 202.155.147.155. Tanggal 3 Maret 2005, sistem ini dapat pula diakses dari jaringan WiFi ORARI dengan SSID “WiFi ORARI” atas bantuan dari YB0HD yang diletakkan di gedung BNI46, Jakarta. Tidak hanya itu, tanggal 7 Maret 2005, YD9ANL menyediakan backup server di IP 202.152.53.26 dan 202.162.208.213. Semua entry alamat IP digilir DNS menggunakan teknik round-robin yang memungkinkan sistem diakses dengan alamat tunggal server.aeroCity.net — bila satu server mati akan digantikan oleh server berikutnya. eQSO RF Gateway yang turut berpartisipasi adalah YD1SRP, YD0NPZ, YB0HD, YC1ZAC, YC5PDT, YB3CC dan YC3RCJ. Sistem ini tidak bertahan lama, domain aeroCity.net yang sedianya adalah nama layanan packet radio besutan YB0KLI harus kalah ditelan tingginya biaya maintenance; sistem ini hanya bertahan sampai 13 Pebruari 2006

KONDISI TERKINI

Layanan dan situs eQSO Indonesia 2007 pada alamat eqso.orari.net di-hosting di salah satu server YB0EO. Dengan memori 2 GB, harddisk 200 GB serta koneksi gigabit Ethernet langsung ke port Indonesia Internet Exchange (IIX) berbandwidth 10 Mbps, layanan eQSO Indonesia 2007 dapat diakses oleh ribuan pemakai di Indonesia tanpa hambatan. Administrasi server dikelola oleh YB0KLI dan administrasi eQSO RF Gateway dikelola bersama oleh YD1SRP, YC1LZ dan YB8EW.

Pada tanggal 1 Nopember 2007, domain orari.net kadaluarsa dan proses pembaruannya menemui kesulitan teknis; ini menyebabkan layanan eQSO Indonesia 2007 terganggu karena pengguna tidak dapat menggunakan subdomain tersebut, harus menggunakan alamat IP langsung. Onno W. Purbo, YC0MLC, Litbang ORPUS membantu menyiapkan subdomain eqso.orari.or.id dan akhirnya subdomain ini hidup tanggal 9 Nopember 2007.



APRS dikembangkan dan dikenalkan oleh Bob Bruninga, seorang operator amatir radio. Sebagian mengartikan APRS sebagai Automatic Packet Reporting System, akan tetapi sesungguhnya APRS hanya mengirim informasi mengenai posisi atau lokasi, walaupun kemudian berkembang dengan tambahan informasi mengenai cuaca, dan layanan pesan singkat untuk chat. Definisi APRS adalah sistem yang didasarkan pada sistem pada radio amatir untuk komunikasi secara real time dalam waktu singkat pada suatu area. Selain dapat digunakan untuk menyampaikan pesan, peringatan, pengumuman, dan buletin, fitur yang paling menarik dari APRS adalah kemampuannya untuk digunakan dalam peta. Apabila suatu objek dengan yang mempunyai perlengkapan GPS ditaruh pada suatu peta, otomatis posisi objek itu akan didistribusikan kepada peta milik semua yang berada di lokasi dekat objek itu ditempatkan.

Pada dasarnya, APRS terdiri dari dua buah sistem. Pada sisi pengirim membutuhkan alat penerima sensor lokasi ( GPS ) terhubung ke encoder packet dan pemancar, kemudian pada sisi penerima membutuhkan penerima gelombang radio terhubung ke komputer.

Pada sistem pertama,  setelah sensor menerima informasi mengenai lokasi dan diterjemahkan ke dalam format baku dan diubah menjadi suara ( Packet, umumnya dengan audio frequency shift keying 1200hz dan 2400 hz ), dan dipancarkan menjadi beacon. Pancaran beacon tidak diarahkan hanya pada satu stasiun radio ( seperti umumnya packet radio, contohnya BBS ), tapi setiap stasiun yang dapat menerima pancarannya dapat menerima informasi yang dikirim. Pada sistem kedua, setelah dapat menerima pancaran packet dan merubah menjadi data, di layar monitor akan ditampilkan gambar icon yang menunjukkan lokasi pada peta digital.

APRS sendiri berbeda dengan packet radio pada umumnya. APRS hanya mengenal 4 macam packet, yaitu :

1.

Posisi

2.

Status

3.

Pesan

4.

Query

Dalam penggunaannya yang paling sederhana, APRS digunakan untuk mengirimkan informasi, data, dan laporan mengenai posisi suatu objek secara real-time dengan menggunakan sinyal data yang dikirimkan lewat frekuensi radio amatir. Kelebihan APRS dibanding dengan GPS adalah APRS dapat digunakan untuk mengirimkan berbagai macam data, seperti laporan cuaca, pesan teks singkat, data telemetri, e-mail singkat, dan prakiraan badai.

Struktur APRS terdiri dari peralatan Terminal Node Controller (TNC) yang ditempatkan oleh operator radio amatir sendiri. Perlengkapan ini meliputi sound card yang menghubungkan radio ke komputer, TNC sederhana, dan TNC “canggih” yang dapat memonitor status packet data yang sudah dikirim.



{April 4, 2008}   RADIO WIRELESS

Radio Wireless adalah suatu modem yang memungkinkan suatu daerah tertentu untuk dapat saling berkomunikasi menggunakan layanan internet tanpa kabel. Jadi, setiap orang dapat mengirimkan pesannya kepada orang lain meskipun jarak mereka jauh. Misalnya si A di X dan si B di Y. Mereka dapat saling bersharing informasi di daerah mereka jika di tempat tersebut tersedia layanan wireless. Radio wireless sekarang ini dapat melingkupi wilayah yang luas sedangkan dahulu cakupan wilayahnya sempit. Saat kita mengirim data, data yang kita kirim tersebut diubah dahulu ke dalam bentuk gelombang elektromagnetik dan dilepas ke udara dan data tersebut akan bertahan di udara hingga ada suatu receiver/penerima sinyal yang akan menangkap data yang telah diubah menjadi gelombang elektromagnetik tersebut kemudian mengubahnya kembali menjadi aslinya.



{April 4, 2008}   SEJARAH RW

Perkembangan RW di Indonesia

RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.

Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio” di akhir tahun 1990 dan awal tahun 1991. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.

Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan di amatir radio khususnya di Amateur Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986. Bermodal pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dengan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV) sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), Suryono Adisoemarta (N5SNN) bersama Onno W. Purbo, berguru pada para senior radio amatir seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV), di band 40m. Robby Soebiakto merupakan pakar diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian didorong ke arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian diadopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994. Robby Soebiakto menjadi koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Sejak tahun 2000, AMPR-net Indonesia di koordinir oleh Onno W. Purbo (YC0MLC). Koordinasi dan aktivitasnya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list ORARI, seperti, orari-news@yahoogroups.com.

Di tahun 1986-1987 yang merupakan awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto merupakan pionir di kalangan pelaku radio amatir Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak “server” BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di awal tahun 1990, komunikasi antara Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada dengan panggilan YC1DAV/VE3 dengan rekan-rekan radio amatir di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan radio amatir. Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik radio amatir kemudian melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Kanada. Pengetahuan secara perlahan ditransfer dan berkembang melalui jaringan radio amatir ini.

RMS Ibrahim (biasa dipanggil Ibam) merupakan motor dibalik operasional Internet di UI. RMS Ibrahim pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk mentransfer e-mail & newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC [1].

Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh pimpinannya Ibu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Muhammad Ihsan mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT di tahun 1993-1998.

Firman Siregar merupakan salah seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway radio paket bekerja pada band 70cm di tahun 1993-1998-an. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih menggunakan protokol X.25 melalui jaringan Sistem Komunikasi Data Paket (SKDP) terkait pada gateway di DLR Jerman.

Putu sebuah nama yang melekat dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa kepemimpinan Bapak Menteri Tungki Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id. Di masa awal perkembangannya BBS Pak Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta Pak Putu sangat beruntung mempunyai menteri Pak Tungki yang “maniak” IT dan yang mengesankan dari Pak Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri. Barangkali Pak Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab e-mail sendiri.

Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh anggota Amateur Radio Club (ARC) ITB seperti Basuki Suhardiman, Aulia K. Arief, Arman Hazairin di dukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba mengembangkan gateway radio paket di ITB. Berawal semangat & bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB merupakan lembaga yang paling miskin yang nekad untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem radio paket berupa Terminal Node Controller (TNC) merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.

Berawal dari teknologi radio paket 1200bps, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting.

1996 Istilah RT/RW-net

Istilah RT/RW-net pertama kali digunakan sekitar tahun 1996-an oleh para mahasiswa di Universitas Muhammadyah Malang (UMM), seperti Nasar, Muji yang menyambungkan kos-kos-an mereka ke kampus UMM yang tersambung ke jaringan AI3 Indonesia melalui GlobalNet di Malang dengan gateway Internet di ITB. Sambungan antara RT/RW-net di kos-kosan ke UMM dilakukan menggunakan walkie talkie di VHF band 2 meter pada kecepatan 1200bps.Diutarakan oleh Bino, waktu itu masih di GlobalNet, secara bercanda para mahasiswa Malang ini menamakan jaringan mereka RT/RW-net karena memang di sambungkan ke beberapa rumah di sekitar kos-kosan mereka.

Implementasi Awal RT/RW-net

Implementasi yang serius dari RT/RW-net dilakukan pertama kali oleh Michael Sunggiardi di perumahannya di Bogor sekitar tahun 2000-an. Banyak kisah sedih yang diceritakan oleh Michael Sunggiardi karena sulitnya mencari pelanggan di awal 2-3 tahun operasi RT/RW-net-nya. Sebagian besar tetangga beliau pada saat itu tidak merasa butuh akses Internet 24 jam dari rumahnya.RT/RW-net Michael Sunggiardi sempat menjadi feature di acara e-lifestyle MetroTV.

Michael Sunggiardi banyak menggunakan kabel LAN untuk menyambungkan antar rumah. Karena lebih reliable dan lebih murah di bandingkan dengan menggunakan radio / wireless LAN.



{April 4, 2008}   APACHE WEB SERVER

Apache HTTP Server

Pengembang:

Yayasan Perangkat Lunak Apache
Versi terakhir: 2.2.3 / 28 Juli 2006
Sistem operasi: antar-platform
Jenis: HTTP Server
Lisensi: GPL
Situs web: http://httpd.apache.org

APACHE WEB SERVER ? 

Server HTTP Apache atau Server Web/WWW Apache adalah suatu sistem server web antar platform atau dapat dikatakan juga sebagai suatu sistem yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi seperti Unix, BSD, Linux, Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya.  Apache sendiri  merupakan perangkat lunak sumber terbuka sebagai komponen server web dari paket perangkat lunak LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP/Perl/bahasa pemrograman Python) dan dikembangkan oleh komunitas terbuka yang terdiri dari pengembang-pengembang di bawah naungan Apache Software Foundation (ASF) sebuah perusahaan nirlaba (diklasifikasikan sebagai 501(c)3 di Amerika Serikat) untuk mendukung projek perangkat lunak Apache, termasuk Apache HTTP Server. Server HTTP Apache atau Server Web/WWW Apache berguna untuk melayani dan mefungsikan situs web dengan menggunakan protokol HTTP untuk melayani situs web/WWW. Apache sendiri memiliki fitur-fitur canggih seperti pesan kesalahan yang dapat dikonfigur, autentikasi berbasis basis data dan lain-lain. Apache juga didukung oleh sejumlah antarmuka pengguna berbasis grafik (GUI) yang memungkinkan penanganan server menjadi mudah.  

SEJARAH 

Awalnya, Apache merupakan perangkat lunak sumber terbuka yang menjadi alternatif dari server web Netscape (sekarang dikenal sebagai Sun Java System Web Server). Sejak April 1996 Apache menjadi server web terpopuler di internet. Pada Mei 1999, Apache digunakan di 57% dari semua web server di dunia dan pada bulan November 2005 persentase ini naik menjadi 71%. Asal mula nama Apache berasal ketika sebuah server web populer yang dikembangkan pada awal 1995 yang bernama NCSA HTTPd 1.3 memiliki sejumlah perubahan besar terhadap kode sumbernya (patch). Saking banyaknya patch pada perangkat lunak tersebut sehingga disebut sebuah server yang memiliki banyak patch (“a patchy” server). Tetapi pada halaman FAQ situs web resminya, disebutkan bahwa “Apache” dipilih untuk menghormati suku asli Indian Amerika Apache (Indé), yang dikenal karena keahlian dan strategi perangnya. Versi 2 dari Apache ditulis dari awal tanpa mengandung kode sumber dari NCSA.



Kaderisassi keempat cakru ARC dilaksanakan tanggal 29 maret 2008 bertempat di TVST. Kali ini saya mendapatkan kelas di TVST B bersama peserta lain dari kelompok 1 sampai 15 sedangkan kelompok lainnya di kelas TVST C. Kaderisasi keempat ini dimulai jam 1 siang tetapi jumlah peserta kaderisasi saat itu tidak sebanyak kaderisasi pertama dan kedua.

Pada hari itu pembicara kami bernama Kak Sakti dari jurusan matematika tetapi tidak seperti biasanya Kak Sakti tidak langsung menerangkan bahan tetapi meminta kami untuk turut aktif menjelaskan apa yang kami ketahui tentang tema bahasan pada hari itu. Bagi kami yang bisa menjelaskan pertanyaan Kak Sakti maka kami akan diberi hadiah (unik yaaa!!!! Baru kali ini lho pembicara kami menyiapkan hadiah bwat peserta). Kami juga diminta untuk banyak bertanya mengenai tema hari itu dan banyak juga lho yang bertanya juga mau turut aktif menjelaskan tema pada hari itu. Hari itu Kak Sakti menjelaskan mengenai WWW (world wide web). Disebut sebagai WWW karena jaringan ini merupakan jaringan yang terpusat yang menyerupai jaring laba-laba sedangkan HTTP (HyperText Transfer Protocol) adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW). Protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus dan generik yang dapat dipergunakan berbagai macam tipe dokumen.Pengembangan HTTP dikoordinasi oleh Konsorsium World Wide Web (W3C) dan grup bekerja Internet Engineering Task Force (IETF), bekerja dalam publikasi satu seri RFC, yang paling terkenal RFC 2616, yang menjelaskan HTTP/1.1, versi HTTP yang digunakan umum sekarang ini. Kami juga diterangkan mengenai sejarah WWW dimana versi terdahulunya WWW hanya digunakan untuk bersharing text tetapi dalam perkembangannya WWW digunakan untuk bersharing tulisan, gambar, video, musik dan lain sebagainya. Selain itu, kami juga diterangkan mengenai bahasan lainnya tentang client and server. Di dalamnya ada PHP, My SQL ,html (tugas kami minggu kemarin) etc.

Selanjutnya setelah sesi penjelasan dan pertanyaan kami seperti biasa diminta memberikan feed back lalu diumumkan juga bahwa kaderisasi berikutnya akan diadakan 2 minggu lagi dan pada saat kaderisasi berikutnya kami diminta sudah menentukan akan masuk ke dalam divisi apa di ARC (networking, RW, web).



et cetera